• Contact
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Hadits Online

Ilmu Tanpa Amal Ibarat Pohon Tanpa Buahnya

  • DROPDOWN MENU
Home » Arba'im An Nawawi » Mencintai milik orang lain seperti miliknya sendiri

Mencintai milik orang lain seperti miliknya sendiri

Posted by Hadits Online on Rabu, 15 Februari 2012
Label: Arba'im An Nawawi
Mencintai milik orang lain seperti miliknya sendiri - Hallo sahabat Hadits Online, Pada Bahasan kali ini adalah Mencintai milik orang lain seperti miliknya sendiri, mudah-mudahan bahasan Arba'im An Nawawi, yang kita ulas kali ini dapat memberi manfaat bagi kita semua. .

Mencintai milik orang lain seperti miliknya sendiri
Mencintai milik orang lain seperti miliknya sendiri

Baca juga


Mencintai milik orang lain seperti miliknya sendiri


Hadits Ke-13


Dari Abu Hamzah Anas bin Malik rodhiallohu ‘anhu pelayan Rosululloh sholallahu ‘alaihi wa sallam, dari Nabi sholallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda: “Tidaklah sempurna keimanan salah seorang di antara kamu sehingga ia mencintai bagi saudaranya (sesama muslim) segala sesuatu yang dia cintai bagi dirinya sendiri.” (HR. Bukhori dan Muslim)
Hakikat Penafian Iman
Penafian iman mencakup menafikan iman secara keseluruhan atau hanya menafikan kesempurnaan imannya. Suatu amalan yang menyebabkan pelakunya dinafikan imannya menunjukkan bahwa amalan tersebut merupakan amal kekafiran atau dosa besar. Dalam hadits ini penafian iman yang dimaksud adalah penafian atas kesempurnaan iman.
Mencintai Saudara Muslim Laksana Mencintai Diri Sendiri
Seorang muslim wajib merasa senang jika saudaranya memiliki agama yang baik. Dia senang jika saudaranya memiliki aqidah yang benar, tutur kata yang bagus dan perbuatan yang baik. Sebaliknya dia merasa benci jika keadaan saudaranya tersebut justru sebaliknya.
Seorang muslim disunahkan untuk senang jika saudaranya mendapatkan kebaikan-kebaikan duniawi. Dia merasa senang jika saudaranya berharta, sejahtera, sehat, berkedudukan dan lain-lain dari kenikmatan duniawi, dan dia tidak senang jika saudaranya miskin, sengsara, dan menderita.
Mendahulukan Kepentingan Saudara Muslim
Jika dalam urusan dunia, mendahulukan kepentingan saudaranya termaksud perbuatan yang terpuji dan disunahkan, namun jika dalam urusan akhirat, mendahulukan saudaranya termasuk perbuatan yang makruh.



Kita baru saja membahas Mencintai milik orang lain seperti miliknya sendiri

Seperti itulah Mencintai milik orang lain seperti miliknya sendiri yang kita bahas kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. sampai jumpa di kajian hadits berikutnya.

Anda tengah mengkaji Mencintai milik orang lain seperti miliknya sendiri dengan alamat link https://e-bloghadits.blogspot.com/2012/02/mencintai-milik-orang-lain-seperti.html

0 Response to "Mencintai milik orang lain seperti miliknya sendiri"

← Posting Lebih Baru Posting Lama → Beranda
Langganan: Posting Komentar (Atom)

Kajian

  • 1100 Hadits
  • Arba'im An Nawawi
  • KITAABUN NIKAH
  • Shahih Bukhari
  • Shahih Muslim

Sering di Baca

  • Keutamaan Zikir
  • Maut dan Kematian
  • Kitab Nazar
  • Perintah Takut Kepada Allah
  • Perintah Berpegang Pada Ad-Diin-Nya
  • Ibadah
  • Bid'ah dan Kesesatan
  • Keutamaan Do'a
  • Seruan dan Peringatan Allah Ta'ala
  • Mencintai milik orang lain seperti miliknya sendiri
Diberdayakan oleh Blogger.

Contact | Privacy Policy | Disclaimer
Copyright 2017 Hadits Online. All Rights Reserved.